[Jobseeker] Setelah lulus kuliah ngapain?

Tuesday, June 05, 2018 0 Comments A+ a-


Hai fellas..!!
Setelah menghilang beberapa bulan karena mengurus skripsweet, akhirnya aku lulus dan mendapat gelar S1 ku. Gimana perasaanya setelah lulus kuliah? Senang pastinya, tapi bingung juga. Senang karena sudah menyelesaikan pendidikan, tapi bingung karena sekarang gaada tujuan ?? Maksudnya gini. Dulu waktu kuliah tujuanku adalah bisa lulus dengan cepat, setelah tercapai now what ? Kerja. Tapi prosesnya itu yang kita gak tahu berapa lama. Daftar kerja sana-sini, nunggu panggilan dari perusahaan, dari perusahaan mana gak tahu. Semacam menunggu yang tidak pasti :')

Ya aku tau kok itu proses yang harus dijalani, dan aku tidak protes. Cuma rasanya itu lho kayak galau, bingung mau ngapain, oh jadi gini toh rasanya jadi pengangguran jobseeker (pencari kerja). Nah kali ini aku bakal ceritain pengalamanku dan share tips mencari kerja. Dimulai dari awal aja ya :

1. Selesai sidang akhir
Setelah dinyatakan lulus, kegiatan utamaku adalah menyelesaikan revisi. Kebetulan di kampusku ada deadline 2 minggu. Jadi aku memang fokus untuk segera menyelesaikannya, setelah itu baru fokus cari kerja. Aku bukan orang yang bisa multitasking, aku cuma bisa fokus pada satu pekerjaan. Jadi begitulah strategiku agar semua yang aku kerjakan maksimal. Revisi selesai, baru cari kerja.
Curhat dikit
Di tahap ini aku sudah mulai merasakan stress. Karena keluargaku selalu menanyakan kenapa aku belum cari kerja, dan mungkin menganggap aku terlalu santai. Aku sudah menjelaskan alasanku tapi tetap saja selalu ditanya. Lagipula aku belum punya SKL, rasanya kurang afdol untuk cari kerja. Yha sudahlah... 

2. Siapkan persyaratan umum untuk mencari kerja
Persyaratan umum yang kumaksud disini adalah SKL (surat keterangan lulus), transkrip nilai, CV (curriculum vitae), surat lamaran kerja, pas foto. Karena itu pasti dibutuhkan ketika melamar kerja. Jadi sewaktu-waktu dipanggil perusahaan, kita sudah siap dengan seluruh persyaratannya.
Tips
  • Fotokopi SKL dan transkrip nilai yang banyak + legalisir
  • CV jangan terlalu polos, dibuat agak berwarna supaya menarik perhatian HRD. Banyak contohnya kok, jangan malas aja carinya
  • Pas foto juga cetak yang lumayan banyak, kalau bisa pas foto terbaru. (bahkan aku bela-belain foto studio lagi demi terlihat profesional)

3. Daftar kerja baik offline maupun online
Offline = mengikuti job fair.
Online = jobstreet, jobsdb, langsung ke website perusahaan.
Mana yang lebih efektif ? Jujur menurutku Job Fair lebih efektif. Berdasarkan pengalamanku, aku lebih banyak dipanggil ketika mendaftar di Job Fair. Pertama kali mengikuti Job Fair di kampusku, aku mendaftar 5 perusahaan dan kelimanya dipanggil walaupun jangka waktunya berbeda. Ada yang selang beberapa hari, beberapa minggu, bahkan ada yang sebulan lebih.
Tapi apakah online tidak efektif ? Tidak juga. Cuma peluangnya lebih kecil (menurutku). Aku mendaftar via Jobstreet kurang lebih 30 perusahaan dan dipanggil 3 kali.
Jadi gak ada salahnya mendaftar keduanya kan ? Semakin banyak mendaftar, semakin banyak juga peluang dipanggil oleh perusahaan.
Tips
  • Offline : siapkan persyaratan umum, amplop coklat (supaya rapi), dan Surat Lamaran Kerja yang dikosongi nama perusahaan dan jabatannya. Jadi kita bisa menulis langsung saat Job Fair berlangsung
  • Online : boleh daftar banyak tapi jangan sembarangan. Sesuaikan dengan kemampuan dan minat kita

4. Jangan menunggu, dan terus daftar
Setelah daftar-daftar lalu apa ? Menunggu. Iya, menunggu panggilan perusahaan yang kita gak tahu kapan akan di email atau di telepon oleh perusahaan. Daripada berharap-harap cemas akan sesuatu yang belum pasti, akan lebih baik kalau kita melakukan sesuatu yang lebih produktif. Contohnya DAFTAR KERJA LAGI dan DAFTAR KERJA TERUS. Hehe. Fase ini agak membosankan memang, tapi jangan dibawa stress karena memang beginilah proses yang harus dilewati.

5. Jangan terlalu pede
Dari sekian banyak yang kita daftar pasti ada beberapa perusahaan yang nyantol. Semisal sudah dipanggil oleh satu perusahaan, jangan terlalu pede bahwa kita pasti diterima, karena pada kenyataanya belum tentu kita lolos sampai tahap akhir seleksi. Betul ? Proses seleksi tidak hanya 1, ada proses 2, proses 3, proses 4, dan seterusnya tergantung perusahaan yang dilamar. Dan akan ada sistem gugur pada setiap proses. Bukan pesimis, tapi rasional. Ketika kita terlalu pede dan dalam prosesnya kita tidak lolos maka kita akan down dan kecewa. Sedangkan ketika tidak terlalu pede, maka kita akan lebih legawa ketika tidak lolos seleksi. Setidaknya itu yang aku rasakan. Tapi ada kabar baiknya : pasti ada perusahaan lain yang menghubungi kita kok !
"Rejeki gak kemana"
"Kalau memang jatahnya disitu pasti segalanya dimudahkan. Kalau tidak lolos ya berarti bukan jatahnya disitu"
Itulah mindset yang selalu aku terapkan :)

Kira-kira begitulah pengalamanku mencari kerja selama 1,5 bulan. Beberapa perusahaan yang aku daftar dan dipanggil antara lain : Indomaret Group, Hana Bank, BCA, Maybank, CIMB Niaga, SAN Finance. 
Apakah semuanya mulus dan diterima ? Gak juga. Aku tidak lolos seleksi di beberapa perusahaan tadi. Tapi Puji Tuhan beberapa hari yang lalu aku sudah tanda tangan kontrak di CIMB Niaga dalam Mortgage Development Program dan akan mulai training bulan Juli nanti :)

Ohya aku akan share pengalaman seleksi masing-masing perusahaan di post yang terpisah ya supaya lebih detail. See you